Cara menegur anak ketika salah – Menegur anak merupakan sebuah tindakan yang bertujuan untuk mengoreksi kesalahan anak. Tidak jarang anak melakukan kesalahan berupa melanggar peraturan orang tua maupun peraturan umum.

Alangkah lebih baik, jika orang tua menegur dengan tidak berkata kasar, membentak, maupun memukul. Teguran yang terlalu keras pada anak bisa menyebabkan dampak yang negatif pada perkembangan emosinya. Oleh sebab itu, Ayah Bunda harus mampu menegur buah hati dengan cara yang bijak yang dilansir dari Kopi Senja berikut ini.

Hindari untuk menghakimi

Setiap orang pastinya tidak lepas dari berbuat kesalahan. Jika Ayah Bunda ingin menegur anak, tolong jangan disertai dengan penghakiman. Apalagi jika orang tua sampai mengeluarkan kalimat sarkas yang bisa melukai hati anak.

Di samping itu, jangan berteriak hanya untuk menghentikan tindakan yang berbahaya  dari si Kecil. Cukup hentikan perilakunya dan katakan mengapa dia tidak boleh melakukan hal tersebut. Tentunya dengan cara ini, anak akan lebih mudah mengerti dan memahami perkataan Ayah Bunda.

Memarahi anak dengan tujuan menegur dan melakukannya di depan orang lain akan menyebabkan mental anak down, terlebih ketika anak tantrum di depan umum. Teguran yang memalukan dan menjengkelkan membuat kenangan buruk bagi si Kecil.

Bahkan, hal tersebut bisa berdampak negatif ke depannya. Ingat ya Ayah Bunda, seburuk apapun perilaku buah hati, tegurlah dengan bijak dan jangan melakukannya di depan umum. Sebaiknya, Ayah Bunda mengajak anak berbicara berdua saja dan berikan arahan agar bertindak lebih baik lagi.

Baca Juga  Dokter Spesialis Anak di Blitar Terbaik, dr. Mutia Farah, Sp.A, M.Kes

Gunakan kalimat yang mudah dipahami

Bahasa yang digunakan oleh anak tidak sekompleks dan sebanyak orang dewasa. Oleh karenanya, Ayah Bunda harus memperhatikan kalimat yang terucap agar lebih mudah dimengerti oleh mereka.

Orang tua harus belajar menggunakan kalimat efektif agar anak lebih cepat menangkap inti dari persoalannya. Namun, tetap hindari untuk menaikkan nada suara. Gunakan nada lembut untuk mengatasi anak nakal, agar mereka lebih bisa menerima nasihat Ayah dan Bunda.

Bangun komunikasi dengan anak

Anak yang telah melakukan kesalahan juga memiliki kesempatan untuk mengutarakan pendapatnya. Berikan waktu untuk ia berbicara agar tercipta komunikasi dua arah. Buah hati yang melakukan kesalahan, umumnya tidak mengetahui cara berperilaku yang tepat atau karena ada hal lain yang mempengaruhinya.

Berbicara empat mata dengan anak dapat mengajarkan si Kecil untuk berbicara jujur dan terbuka. Jika terdapat kesalahan pada pemikirannya, maka arahkan dan ajari untuk meminta maaf kepada orang yang dirugikan.

Ketahui perasaannya

Bangun kedekatan emosional bersama anak. Ayah dan Bunda harus mulai belajar untuk mengetahui dan memahami perasaan buah hati. Setelah melakukan kesalahan, si Kecil biasanya akan merasa bersalah atau tidak nyaman.

Ayah Bunda perlu mengajaknya berbicara agar mengenali apa yang si kecil rasakan. Dengan cara ini, orang tua akan menjadi tempat paling dekat untuk dia mengungkapkan perasaan.

Tidak apa-apa melakukan kesalahan

Setiap manusia pasti memiliki kesalahan, begitu juga dengan anak. Ajak buah hati untuk berubah lebih baik lagi dari sebelumnya. Ayah Bunda bisa memberi pemahaman tentang hikmah dari perilaku salah yang anak perbuat.

Jangan mengungkit-ungkit kesalahan anak, ya. Perhatikan perkembangan perilakunya. Pastikan anak tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Baca Juga  Ingin Sukses Menghadapi Ujian CPNS? Yuk Coba Try Out Online di TRYOUT.ID!

Nah, itu tadi beberapa cara menegur anak ketika salah dengan bijak. Ingatlah bahwa orang tua merupakan sekolah pertama bagi anaknya. Oleh sebab itu, berikan pendidikan yang baik dan tepat sehingga psikis buah hati dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.

Jangan menegur anak dengan cara yang salah sehingga mendorong dia menjadi tidak nyaman dan merasa sangat malu. Selamat belajar. Semoga bermanfaat!

Bagikan: