Gaya belajar Visual – Setiap anak terlahir berbeda, bahkan anak kembar pun mempunyai minat dan bakat yang berbeda. Begitu pula dengan gaya belajar anak. Ada anak yang lebih mudah menyerap materi dengan bantuan alat peraga, ada juga yang belajar dengan mudah jika guru mengubah materinya menjadi sebuah lagu.

Dengan kita mengenali metode belajar anak, proses pembelajarannya pun bisa lebih efektif. Anak bisa memahami informasi lebih baik tanpa harus merasa frustasi dan tertekan saat belajar. Definisi dari gaya belajar secara sederhana adalah mengacu pada berbagai cara kita belajar, memproses, dan menyimpan informasi.

Setiap anak akan belajar melalui pengalaman langsung seperti menyentuh, melakukan, dan bergerak. Selain itu, si kecil juga belajar melalui penglihatan dan pendengaran. Ketika kita mengamati anak, kita akan mulai mengindentifikasi tentang gaya belajar yang anak sukai.

Tipologi Belajar Siswa

Gaya belajar sendiri secara umum terbagi menjadi tiga, yaitu gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Ada gaya belajar tertentu yang banyak orang anggap lebih dominan dan efektif dalam memahami sebuah materi atau pengetahuan.

Beberapa orang ada yang memiliki kemampuan menyerap informasi lebih dari satu gaya, namun sangat jarang. Gaya belajar yang baik untuk anak bukan orang lain yang menentukan, termasuk kita sebagai orang tua. Itu berasal dari pemahaman terhadap diri sendiri. Kita hanya bertugas untuk membantu dan memudahkan anak untuk mengembangkannya.

Seperti contoh, jika seorang anak mempunyai indera penglihatan yang tajam serta minat terhadap warna, bentuk, model, maka gaya belajar yang cocok dengan anak tersebut adalah gaya belajar visual. Nah, ulasan di bawah ini akan lebih membahas tentang gaya belajar visual untuk anak. Yuk langsung simak bersama!

Baca Juga  Apa itu Pendidikan: Tujuan, dan Fungsinya Bagi Anak

Gaya Belajar Visual

Sebagian besar orang lebih menyukai gaya belajar visual untuk menerima informasi dan pengetahuan. Dalam hal ini, anak cukup baik dalam memproses suatu informasi ketika dalam penggambaran atau bentuk grafis dari simbol-simbol yang bermakna.

Anak dengan gaya belajar visual ini mempunyai beberapa ciri-ciri, di antaranya suka membaca buku, lebih menyukai demonstrasi daripada berpidato, lebih senang dengan percobaan daripada mendengarkan, mempunyai sikap yang teliti, rapi, teratur dan menyukai sesuatu dengan nilai artistik, seperti tulisan dengan tinta warna-warni atau yang memiliki gambar/ilustrasi.

Gaya belajar anak dengan tipe ini sangat bergantung pada alat peraga sebagai berikut.

  • Gambar
  • Tabel
  • Diagram
  • Film
  • Infografik

Anak dengan tipe belajar satu ini akan lebih cepat belajar saat melihat dan menyaksikan sesuatu di depannya. Si kecil juga lebih dapat memproses informasi tersaji secara keseluruhan, daripada informasi sedikit demi sedikit.

Si kecil yang mempunyai tipe belajar visual cenderung melihat informasi melalui bagan dan diagram ringkasan dibandingkan slide informasi yang berurutan. Mungkin saja, anak mudah kehilangan konsentrasi di kelas kalau hanya mendengarkan penjelasan dari guru. Maka dari itu, perlu ada tambahan informasi berupa visual untuk membantunya.

Saat kita meminta anak mengingat sesuatu, mungkin dia akan memejamkan mata agar lebih dalam membayangkan hal tersebut. Nah, supaya anak dengan gaya belajar visual ini bisa belajar dengan efektif, minta pada anak untuk mencatat atau menggambar ide-ide pokok dari materi yang guru sampaikan.

Terutama jika proses pembelajaran di kelas guru lakukan tanpa gambar atau alat peraga. Saat anak belajar sesuatu yang baru, kita bisa mencoba dengan mencari grafik atau gambar di internet yang akan membantu pemahaman anak.

Baca Juga  Tipe Belajar Auditori, Yukk Ketahui Ciri-Cirinya

Mengingat si kecil yang cocok dengan tipe belajar visual, kita juga harus mengajari anak untuk mencatat dengan berbagai warna, seperti menggunakan pen color atau tulisannya disapu dengan stabilo untuk membantunya mengingat isi catatan yang dia buat.

Bagaimana, sudah paham mengenai apa itu gaya belajar siswa? Semoga bermanfaat ya, terutama bagi para guru .

Bagikan: